Langkat, Sumatera Utara — Proyek jalan desa senilai sekitar Rp500 juta di Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat kini menuai sorotan tajam setelah kondisinya sudah rusak hanya sekitar satu minggu sejak selesai dikerjakan.
Pembangunan jalan yang dimaksud merupakan upaya pemerintah desa untuk memperbaiki akses transportasi bagi warga setempat dengan memanfaatkan dana desa. Namun, warga maupun netizen di media sosial kini mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek tersebut karena kerusakan muncul begitu cepat setelah pengaspalan atau perbaikan selesai dilakukan.
Warga Desa Pangkalan Siata menyampaikan kekhawatiran bahwa kondisi jalan yang langsung hancur mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, serta dikhawatirkan menunjukkan adanya praktik pengerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang semestinya. Kerusakan yang terjadi memicu desakan warga agar aparat penegak hukum seperti KPK dan Kejaksaan ikut mengawasi proses pembangunan infrastruktur tersebut.
Sejumlah netizen juga mengunggah video dan foto kondisi jalan di media sosial, memperlihatkan permukaan jalan yang cepat retak dan rusak, sementara masyarakat harus tetap melintasi ruas tersebut setiap hari untuk aktivitas ekonomi dan sosial mereka. Banyak yang menilai, jika kondisi seperti ini terus terjadi, maka anggaran desa yang besarnya tidak kecil justru tidak memberikan manfaat maksimal bagi warga desa.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah desa atau pihak dinas teknis terkait tentang penyebab pasti kerusakan maupun rencana tindak lanjut perbaikan. Warga berharap instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap kualitas proyek dan penggunaan anggaran.
Penulis: Isnaini Utami | Editor: Ilham Edi Syahputra