Medan, Indonesia — Harga cabai merah kembali menjadi sorotan setelah dampak bencana alam pada November lalu terus dirasakan oleh pasar pangan di berbagai wilayah. Lonjakan harga yang tidak biasa ini dipicu oleh banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah pusat produksi cabai di Pulau Sumatera dan sekitarnya.

Berdasarkan pantauan harga pangan strategis terbaru, rata‑rata harga cabai merah di Kota Medan kini berada di kisaran Rp37.500 per kilogram, angka yang relatif stabil dibandingkan lonjakan ekstrem di akhir tahun lalu. Namun pakar ekonomi pertanian menilai bahwa harga tersebut masih lebih tinggi dari harga keekonomian normal, dan jauh lebih tinggi jika tidak terjadi bencana November lalu.

Menurut Ketua Tim Pemantau Komoditas Pangan Sumatera Utara, tanpa terjadinya bencana alam, harga cabai merah diperkirakan bisa berada di bawah Rp20.000 per kilogram. Hujan deras dan banjir yang melanda sejumlah daerah penghasil utama menghambat pola tanam dan menyebabkan banyak tanaman gagal panen.

Dampak bencana juga dirasakan di berbagai daerah lainnya. Di Kabupaten Indragiri Hilir (Riau), harga cabai merah dilaporkan naik tajam hingga mencapai Rp120.000–Rp150.000 per kilogram, sementara cabai rawit dan komoditas pangan lain seperti bawang merah juga mengalami kenaikan harga signifikan.

Selain itu, bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara menyebabkan harga cabai merah sempat menyentuh sekitar Rp100.000 per kilogram di sejumlah pasar tradisional di Medan pada akhir November kemarin. Gangguan pasokan dari sentra produksi menjadi pemicu utama fenomena ini.

Para pedagang tradisional dan konsumen merasakan langsung dampak dari gangguan distribusi tersebut. Banyak akses jalan utama yang terputus dan pasokan dari daerah penghasil cabai menjadi sangat terbatas, sehingga harga komoditas ini melonjak jauh di atas normal.

Pemerintah dan instansi terkait kini terus memantau pergerakan harga dan memastikan pasokan kebutuhan pangan strategis tetap aman menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri mendatang.

 

Penulis: Dewi Anggraini | Editor: Rizky Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *