Jakarta, 24 Januari 2026 — Pemerintah Republik Indonesia mencatat capaian luar biasa sepanjang tahun 2025 di sektor usaha mikro. Sebanyak lebih dari 14,6 juta pelaku UMKM berhasil bertransformasi dari sektor informal ke sektor formal, memperkuat pondasi ekonomi nasional dan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk berkembang.

Transformasi ini merupakan hasil sinergi kebijakan antara Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga pembiayaan. Fokus utama program adalah peningkatan legalitas usaha, akses pembiayaan produktif, serta perluasan akses pasar formal bagi pelaku usaha mikro.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari strategi pemerintah yang terarah dalam mempermudah pelaku UMKM melangkah ke dunia usaha formal. “Dengan terhubung ke sektor formal, pelaku UMKM kini memiliki akses lebih luas terhadap kredit, peluang pasar, dan program pemerintah yang mendukung pertumbuhan usaha,” ujar Riza dalam keterangan pers.

Selain peningkatan legalitas, sepanjang 2025 juga tercatat capaian lain yang signifikan:

  • 6,5 juta produk UMKM telah mendapatkan sertifikasi halal, meningkatkan daya jual di pasar domestik dan internasional.
  • Lebih dari 1 juta usaha mikro memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), yang membuka peluang akses ke pasar yang lebih luas.
  • Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp257,9 triliun kepada 4,38 juta debitur hingga 11 Desember 2025, dengan mayoritas dialokasikan ke sektor produksi.

Transformasi sektor formal juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan integrasi pelaku UMKM dalam rantai pasok nasional. Beberapa program kemitraan usaha dan integrasi digital membantu pelaku bisnis kecil untuk menjual produk mereka di platform resmi dan jaringan distribusi yang lebih besar.

Memasuki tahun 2026, Kementerian UMKM menyatakan akan mengakselerasi kebijakan pendukung UMKM formal, termasuk penguatan kemampuan digital, peningkatan akses pembiayaan alternatif, dan fasilitasi integrasi ke pasar ekspor, demi memastikan UMKM semakin naik kelas dan berkelanjutan.

Dengan langkah strategis ini, UMKM Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi tulang punggung perekonomian domestik, tetapi juga mampu bersaing di panggung global.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *