Tanggamus, Lampung — Dua anak sekolah dasar meninggal dunia setelah tenggelam di objek wisata Air Terjun Way Lalaan, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh seorang pengunjung yang melihat kedua bocah dalam kondisi tenggelam di aliran air terjun. Pengunjung itu kemudian meminta bantuan warga dan petugas di lokasi. Warga serta petugas pengawas kawasan langsung melakukan upaya penyelamatan dengan berenang dan menyelam ke area aliran air untuk mencari kedua korban.
Kedua korban berhasil dievakuasi ke permukaan dan sempat mendapatkan pertolongan pertama di lokasi. Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung dengan ambulans. Namun sayangnya, kedua korban dinyatakan meninggal dunia setelah pemeriksaan medis karena air masuk ke paru-paru yang menyebabkan henti napas. Tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua anak tersebut.
Identitas Korban
Korban yang tewas diketahui berinisial:
- DV (9 tahun) — siswa kelas 3 SD, warga Kecamatan Ulu Belu.
- DA (10 tahun) — siswi kelas 4 SD, warga Pekon Talagening, Kecamatan Kota Agung Barat.
Penyelidikan dan Pengawasan
Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk pedagang dan petugas pengawas di area wisata. Polisi juga menyatakan belum memeriksa secara langsung pengelola wisata, namun akan memanggil pengelola untuk dimintai keterangan terkait sistem pengawasan dan standar keselamatan pengunjung di lokasi wisata tersebut.
Kedalaman di titik tempat kejadian disebut mencapai sekitar dua meter dengan kondisi aliran air yang keruh serta minimnya pengawasan, sehingga meningkatkan risiko bahaya terutama bagi anak-anak. Selain itu, diketahui salah satu korban berada di lokasi tanpa pendampingan orang tua saat kejadian.
Imbauan Kepada Publik
Pihak kepolisian mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat berada di kawasan wisata alam yang memiliki potensi risiko tinggi seperti air terjun. Polisi juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Penulis: Indah Dewi Lestari | Editor: Bambang Kurniawan