Langkat, Sumatera Utara — Wakil Bupati Kabupaten Langkat kembali menegaskan bahwa cinta terhadap Al‑Qur’an saja tidak cukup bagi generasi muda, tetapi harus disertai dengan pengamalan nilai‑nilai kitab suci tersebut dalam kehidupan sehari‑hari. Pernyataan ini disampaikan saat acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke‑58 tingkat Kabupaten Langkat yang digelar di Kecamatan Sawit Seberang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati memberikan apresiasi kepada peserta dan panitia MTQ, khususnya juara‑juara lomba, sambil mengingatkan bahwa pahala dan prestasi bukanlah tujuan akhir. Ia menekankan bahwa esensi kegiatan MTQ seharusnya melahirkan generasi yang memahami, mencintai, dan mengamalkan pesan‑pesan Al‑Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita harus menjadikan Al‑Qur’an bukan hanya sebagai bacaan yang indah di mulut, tetapi juga sebagai pedoman moral dan spiritual dalam kehidupan sehari‑hari,” ujar Wakil Bupati.
Hal ini menurutnya merupakan bagian penting dari pembangunan karakter generasi muda di Kabupaten Langkat.
Acara MTQ ke‑58 sendiri menjadi momentum tahunan yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh kecamatan di Langkat, dengan beragam cabang perlombaan seperti tilawah, hifzil Qur’an, dan fahmil Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan rohani dan pendidikan nilai‑nilai Islami bagi generasi muda.
Wakil Bupati berharap agar para pemuda yang terlibat dapat menjadi teladan dalam mengamalkan ajaran Al‑Qur’an, sehingga turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Penulis: Siska Amelia | Editor: Rudi Hermanto