JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan telah menyiapkan berbagai bantuan untuk pemulihan pascabencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya fasilitas pendidikan dan layanan keagamaan yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Percepatan Penanganan Bencana di kantor Kemenko PMK Jakarta bahwa dampak bencana di Aceh dan provinsi lainnya di Sumatera cukup luas. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 470 madrasah, 322 pondok pesantren, serta 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
Untuk mendukung pemulihan, Kemenag telah mengalokasikan anggaran dan aset. Nasaruddin menyebutkan bahwa sekitar Rp26 miliar bantuan disiapkan, yang tidak hanya berupa uang tunai tetapi juga termasuk pemberian tanah wakaf untuk mendukung proses rehabilitasi fasilitas pendidikan keagamaan tersebut. Ia juga menjadwalkan kunjungan ke Aceh dalam rangka meninjau langsung kondisi di lapangan.
Selain itu, Menteri Agama mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan penggalangan dana yang mengatasnamakan Kementerian Agama. Dia menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara selektif dan koordinatif bersama pemerintah pusat dan daerah, sehingga masyarakat harus berhati-hati terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab.
Konteks tambahan terkait bencana di Sumatera (non-artikel Okezone):
- Banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera telah menyebabkan kerusakan rumah warga mencapai puluhan hingga ratusan ribu unit serta ribuan korban luka dan meninggal dunia, menurut data BNPB.
- Pemerintah juga mengerahkan ratusan tenaga medis ke daerah terdampak untuk memperkuat layanan kesehatan darurat.
Penulis: Indah Lestari | Editor: Surya Ramadhan